Selasa, 20 Oktober 2009

Kapan Harga Akses Internet Turun?

Akses internet yang selama ini kita langgan justru malah terjadi kenaikan harga, di saat harga bandwidth internasional turun namun di negeri seribu kacrut ini justru malah terjadi kenaikan. Hal ini merupakan kemunduran demi kemajuan bangsa kita. Saya hendak menyoroti beberapa ISP dan operator yang kini justru memberlakukan kenaikan harga akses internet dan beragam dengan peraturan yang sangat memberatkan pelanggan. Pak Menkoinfo pernah mengatakan bahwa harga koneksi internet akan terjadi penurunan tahun-tahun ke depan, itu dikatakan Pak Menkominfo setahun yang lalu, namun implementasinya justru terbalik ke belakang, akses internet menjadi kian mahal, sehingga kemajuan bidang IT mengalami ketersendatan yang memukul berbagai kalangan.


Beberapa ISP yang melakukan kenaikan harga akses internet akan saya sebut sebagai berikut, dan saya mengharap kebijakan beberapa operator dan ISP agar menurunkan harga akses internet, dari pada menghamburkan koneksi gratisan dengan wifi mendingan bandwidth tersebut dijual dengan harga murah, bagi saya pribadi sudah tidak layak lagi akses internet gratis di mall, karena yang nongkrong di tempat tersebut orang berduit.
Telkomsel

Operator satu ini sedang bermasalah dengan kuota bandwidth yang semula dari 2 GB menjadi 500 MB, harga memang tetap tetapi jika dinilai dengan sekian rupiah dari 2 GB ke 500 MB terjadi penurunan bandwidth dengan harga tetap. Operator ini melakukan blunder, keputusan tidak populer dari Telkomsel ini memicu kemarahan pelanggan. Miskomunikasi antara petinggi dengan bawahan tidak sinkron, pimpinan bilang bahwa Telkomsel belum melakukan pemangkasan bandwidth namun di lapangan justru terjadi pemangkasan dengan mengirim SMS ke pelanggan bahwa mulai efektif per 1 September bandwidt diturunkan dari 2 GB ke 500 MB.

Secara kalkulasi saya mengatakan harga koneksi dari Telkomsel ini bukan semakin murah namun semakin mahal, mana keberpihakan anda bagi pembangunan di bidang IT demi bangsa ini, jangan korbankan pelanggan hanya demi menggusur para pelanggan abusive. Operator satu ini lebih tepat disebut sebagai operator birokrat, untuk urusan data paling mahal dibanding yang lain, hanya kalah dengan XL dalam urusan satuan kb secara eceran. Belum lagi Telkomsel rupanya lebih suka menjual bandwidth dengan sistem kuota dengan hara Rp 5/kb dan Rp 350 per menit untuk durasi.

Excelcomindo

Operator XL ini termasuk ISP yang tidak mau menurunkan harga tapi justru malah menaikan harga, sama saja seperti Telkomsel, mencari untung saja namun tidak ada niat tulus memajukan bangsa ini lewat IT, internet murah akan membuat warga bangsa terbelakang ini berlangganan internet sehingga mereka bisa lebih mengerti IT

Setelah hancur-hancuran dengan koneksi XL Corporate, XL lama tidak mengeluarkan layanan unlimited, beberapa waktu yang lalu XL mengelaurkan paket unlimited dengan harga Rp. 100.000 untuk sebulan dan menggunakan sistem prabayar, namun kini harga malah naik menjadi Rp 150.000. Bahkan internet unlimited ini hanya khusus jabodetabek, untuk luar daerah itu silakan gigit jari.

Telkom Speedy

Telkom speedy ini setali tiga uang dengan Telkomsel, untuk internet unlimitednya dipatok dengan harga mahal dan nggak turun-turun, malah yang diperjualkan justru yang basis Time Based dan Volume based.

Untuk paket unlimited pastilah tidak terjangkau bagi kalangan bawah, karena harga yang dipatok lumayan tinggi. Sekalipun speedy mengeluarkan paket unlimited murah, itupun hanya masa promosi, setelah itu harga akan dikembalikan ke normal lagi, jadi saya tetap menggarisbawahi mencetaktebalkan tetap sebuah koneksi yang susah turun secara permanen, sekalipun ada yang permanen tapi harganya tidak sesuai kantong kelas bawah.

Belum lagi Telkomnet instan sampai hari ini tetap saja memakai tarif Rp. 165 perak per menit, padahal tarif ini kudu diturunkan, karena speednya hanya dipatok maksimum 56 kbps sesuai speed maksimal modem konveisonal

Esia

Operator CDMA keluarga Bakrie ini memang paling mahal untuk urusan koneksi internet, akses internet lewat Esia tergolong sangat mahal dibanding dengan CDMA lain, tarif Esia yang saya lihat di web Esia untuk koneksi dengan jaringan CDMA 1X dengan maksimum speed 153,6 kbps harganya untuk prabayar dan paska bayar adalah Rp 250 per menit plus pajak. Ini akses internet durasi termahal di kelas CDMA.

Provider ini paling pelit untuk bicara masalah internet unlimited, padahal kebutuhan masa kini internet adalah wajib. Kebijakan Esia ini memang menganaktirikan untuk urusan data, entah sampai kapan, dulu jamannya internet CDMA Esia mematok tarif durasi internet seharga Rp 100 per menit untuk paska bayar dan Rp 110 menit untuk prabayar dengan menggunakan modem Wimod.

Memang internet unlimited mengandung resiko kerugian besar karena banyak user yang bersifat manik download. Namun jika mau belajar kepada ISP lain yang berani bertarif murah maka kerugian bisa diminimalisir. Jangan lupa rugi di koneksi internet namun mendongkrak harga saham sehingga kenaikan harga saham justru malah melampaui kerugian dari koneksi unlimited.

Jadi kita masih mengharap beberapa operator dan ISP tersebut segera menurunkan harga koneksi internet secara wajar, sudah bukan jamannya main batas-batasan lagi, di luar negeri harga koneksi ada yang seharga 5 dollar untuk speed 5 Mbps. Itu jelas impian kita semua.
Akses internet yang selama ini kita langgan justru malah terjadi kenaikan harga, di saat harga bandwidth internasional turun namun di negeri seribu kacrut ini justru malah terjadi kenaikan. Hal ini merupakan kemunduran demi kemajuan bangsa kita. Saya hendak menyoroti beberapa ISP dan operator yang kini justru memberlakukan kenaikan harga akses internet dan beragam dengan peraturan yang sangat memberatkan pelanggan. Pak Menkoinfo pernah mengatakan bahwa harga koneksi internet akan terjadi penurunan tahun-tahun ke depan, itu dikatakan Pak Menkominfo setahun yang lalu, namun implementasinya justru terbalik ke belakang, akses internet menjadi kian mahal, sehingga kemajuan bidang IT mengalami ketersendatan yang memukul berbagai kalangan.


Beberapa ISP yang melakukan kenaikan harga akses internet akan saya sebut sebagai berikut, dan saya mengharap kebijakan beberapa operator dan ISP agar menurunkan harga akses internet, dari pada menghamburkan koneksi gratisan dengan wifi mendingan bandwidth tersebut dijual dengan harga murah, bagi saya pribadi sudah tidak layak lagi akses internet gratis di mall, karena yang nongkrong di tempat tersebut orang berduit.
Telkomsel

Operator satu ini sedang bermasalah dengan kuota bandwidth yang semula dari 2 GB menjadi 500 MB, harga memang tetap tetapi jika dinilai dengan sekian rupiah dari 2 GB ke 500 MB terjadi penurunan bandwidth dengan harga tetap. Operator ini melakukan blunder, keputusan tidak populer dari Telkomsel ini memicu kemarahan pelanggan. Miskomunikasi antara petinggi dengan bawahan tidak sinkron, pimpinan bilang bahwa Telkomsel belum melakukan pemangkasan bandwidth namun di lapangan justru terjadi pemangkasan dengan mengirim SMS ke pelanggan bahwa mulai efektif per 1 September bandwidt diturunkan dari 2 GB ke 500 MB.

Secara kalkulasi saya mengatakan harga koneksi dari Telkomsel ini bukan semakin murah namun semakin mahal, mana keberpihakan anda bagi pembangunan di bidang IT demi bangsa ini, jangan korbankan pelanggan hanya demi menggusur para pelanggan abusive. Operator satu ini lebih tepat disebut sebagai operator birokrat, untuk urusan data paling mahal dibanding yang lain, hanya kalah dengan XL dalam urusan satuan kb secara eceran. Belum lagi Telkomsel rupanya lebih suka menjual bandwidth dengan sistem kuota dengan hara Rp 5/kb dan Rp 350 per menit untuk durasi.

Excelcomindo

Operator XL ini termasuk ISP yang tidak mau menurunkan harga tapi justru malah menaikan harga, sama saja seperti Telkomsel, mencari untung saja namun tidak ada niat tulus memajukan bangsa ini lewat IT, internet murah akan membuat warga bangsa terbelakang ini berlangganan internet sehingga mereka bisa lebih mengerti IT

Setelah hancur-hancuran dengan koneksi XL Corporate, XL lama tidak mengeluarkan layanan unlimited, beberapa waktu yang lalu XL mengelaurkan paket unlimited dengan harga Rp. 100.000 untuk sebulan dan menggunakan sistem prabayar, namun kini harga malah naik menjadi Rp 150.000. Bahkan internet unlimited ini hanya khusus jabodetabek, untuk luar daerah itu silakan gigit jari.

Telkom Speedy

Telkom speedy ini setali tiga uang dengan Telkomsel, untuk internet unlimitednya dipatok dengan harga mahal dan nggak turun-turun, malah yang diperjualkan justru yang basis Time Based dan Volume based.

Untuk paket unlimited pastilah tidak terjangkau bagi kalangan bawah, karena harga yang dipatok lumayan tinggi. Sekalipun speedy mengeluarkan paket unlimited murah, itupun hanya masa promosi, setelah itu harga akan dikembalikan ke normal lagi, jadi saya tetap menggarisbawahi mencetaktebalkan tetap sebuah koneksi yang susah turun secara permanen, sekalipun ada yang permanen tapi harganya tidak sesuai kantong kelas bawah.

Belum lagi Telkomnet instan sampai hari ini tetap saja memakai tarif Rp. 165 perak per menit, padahal tarif ini kudu diturunkan, karena speednya hanya dipatok maksimum 56 kbps sesuai speed maksimal modem konveisonal

Esia

Operator CDMA keluarga Bakrie ini memang paling mahal untuk urusan koneksi internet, akses internet lewat Esia tergolong sangat mahal dibanding dengan CDMA lain, tarif Esia yang saya lihat di web Esia untuk koneksi dengan jaringan CDMA 1X dengan maksimum speed 153,6 kbps harganya untuk prabayar dan paska bayar adalah Rp 250 per menit plus pajak. Ini akses internet durasi termahal di kelas CDMA.

Provider ini paling pelit untuk bicara masalah internet unlimited, padahal kebutuhan masa kini internet adalah wajib. Kebijakan Esia ini memang menganaktirikan untuk urusan data, entah sampai kapan, dulu jamannya internet CDMA Esia mematok tarif durasi internet seharga Rp 100 per menit untuk paska bayar dan Rp 110 menit untuk prabayar dengan menggunakan modem Wimod.

Memang internet unlimited mengandung resiko kerugian besar karena banyak user yang bersifat manik download. Namun jika mau belajar kepada ISP lain yang berani bertarif murah maka kerugian bisa diminimalisir. Jangan lupa rugi di koneksi internet namun mendongkrak harga saham sehingga kenaikan harga saham justru malah melampaui kerugian dari koneksi unlimited.

Jadi kita masih mengharap beberapa operator dan ISP tersebut segera menurunkan harga koneksi internet secara wajar, sudah bukan jamannya main batas-batasan lagi, di luar negeri harga koneksi ada yang seharga 5 dollar untuk speed 5 Mbps. Itu jelas impian kita semua.

0 komentar:

Posting Komentar